Rabu, 19 September 2012

Ayat Motivasi dan Mutiara Kata

1. Semiskin-miskin orang ialah orang yang kekurangan adab dan budi pekerti – Hukama
2. Jika anda mahu membuat sesuatu, anda akan cari jalan. Jika anda tidak mahu membuat sesuatu, anda akan cari alasan. – Peribahasa Arab
3. Harta akan habis digunakan tanpa ilmu tetapi sebaliknya ilmu akan berkembang jika ianya digunakan.
4. Nilai hidup harus diukur dengan garis yang lebih mulia, iaitu kerja dan bukannya usia. – Richard Brinsley Sheridan
5. Kamu dapat mengenal lebih banyak tentang diri seseorang itu dari adab dan pertanyaannya, bukan dari jawapan-jawapannya. – Voltaire
6. Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja, asalkan ia sangat menyukai pekerjaan yang dilakukan.
7. Lebih baik tidur dengan perut yang lapar daripada bangun tidur dengan banyak hutang.
8. Jagalah dirimu baik-baik, usahakanlah kemuliaannya, kerana engkau dipandang manusia bukan kerana rupa tetapi kesempurnaan budi dan adab.
9. Masa depan itu dibeli oleh masa sekarang. – Samuel Johnson
10. Seseorang yang jujur diterima ucapannya olehmusuh.
11. Pengecut mati banyak kali sebelum kematiannya. Yang berani mati hanya sekali.
12. Hidup biarlah berbakti, walaupun tidak dipuji…
13. Jangan sekali-kali kita meremehkan sesuatu perbuatan baik walaupun hanya sekadar senyuman.
14. Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi. Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa. Dalam kesempitan hidup ada kekuasaan ilmu.
15. Jika keadilan ditegakkan, keberanian tidak diperlukan lagi.
16. Barangsiapa menyebarluaskan berita-berita kekejian yang didengarnya, maka dia seperti pelakunya.
17. Tidak ada manusia yang hidup untuk gagal, tetapi tidak merancang adalah merancang untuk gagal.
18. Orang yang sibuk selalunya nampak bising, orang bekerja diam diam sahaja.
19. Apabila engkau telah berazam, maka bertawakallah kepada Allah – Ali imran : 159
20. Kekuatan tidak datang dari kemampuan fizikal,tetapi ianya datang dari semangat yangtidak pernah mengalah.

Senin, 17 September 2012

Efek samping dari mengonsumsi antibiotik

Antibiotik merupakan senyawa atau kelompok obat yang dapat mencegah perkembangbiakan berbagai bakteri dan mikroorganisme berbahaya dalam tubuh. Dilansir dari detikhealth, antibiotik juga digunakan untuk menyembuhkan penyakit menular yang disebabkan oleh protozoa dan jamur.

Tapi belum banyak orang yang tahu bahwa antibiotik juga dapat menyebabkan efek samping yang cukup membahayakan. Dikutip dari Ehow, berikut enam efek samping dari mengonsumsi antibiotik.

1. Gangguan Pencernaan
Salah satu efek samping antibiotik yang paling umum adalah masalah pencernaan. Mulai dari diare, mual, kram, kembung dan timbul rasa nyeri.

2. Gangguan Fungsi Jantung
Beberapa orang yang mengonsumsi antibiotik bisa mengalami jantung berdebar-debar, detak jantung abnormal, sakit kepala parah, masalah hati seperti penyakit kuning, masalah ginjal seperti air kecing berwarna gelap dan masalah saraf seperti kesemutan di tangan dan kaki.

3. Infeksi
Efek samping yang paling rentan dirasakan wanita adalah infeksi jamur pada organ reproduksi yang dapat menyebabkan keputihan, gatal dan miss V yang mengeluarkan bau serta cairan.

4. Alergi
Orang yang mengonsumsi antibiotik juga sering mengalami alergi, bahkan hingga bertahun-tahun. Alergi yang sering terjadi adalah gatal-gatal dan pembengkakan pada mulut atau tenggorokan.

5. Resistensi
Orang yang keseringan minum antibiotik bisa mengalami resistensi atau kekebalan. Ketika seseorang resisten terhadap antibiotik, ada beberapa penyakit dan infeksi yang tidak dapat lagi diobati, sehingga memerlukan antibiotik dengan dosis lebih tinggi.

6. Mengancam Nyawa
Penggunaan antibiotik dosis tinggi dan dalam jangka lama dapat menimbulkan efek samping yang sangat serius, seperti kerusakan hati, penurunan sel darah putih, kerusakan otak, kerusakan ginjal, aritmia jantung (gangguan irama jantung) dan bahkan kematian.

http://wolipop.detik.com





Solusi dan Penyebab Sakit Perut

       Ini penyakit sejuta umat, siapapun rasanya pernah terkena sakit perut. Beberapa hal di bawah akan membedakan jenis sakit perut yang Anda alami -ditinjau dari gejalanya, kemudian langkah pertama untuk mengatasinya. Tentu saja, pada kasus-kasus yang berat Anda butuh bantuan dari ahlinya -dokter di sebelah rumah Anda.
Jadi, apa yang harus Anda lakukan?

1. MAAG
Gejala: Rasa nyeri di derah uluhati, disertai keluhan lain seperti mual, muntah, perut kembung, cepat kenyang, dan bersendawa -terutama ketika Anda lapar.
Penyebab: Macam-macam. Bisa karena makanan, terutama makanan yang mengandung gas seperti kol, ubi, dan sawi. Atau bisa juga disebabkan minuman seperti kopi, alkohol, dan soda. Selain faktor makanan, maag bisa dihubungan dengan faktor stres, merokok, dan konsumsi obat-obat penghilang rasa sakit termasuk obat rematik.
Solusi: Sebenarnya obat-obatan antimaag yang mengandung antasida cukup untuk mengatasi gejalanya. Antasida ini berfungsi untuk menetralisir asam lambung. Tapi jika rasa sakit itu tidak berkurang, barangkali Anda perlu membuat janji dengan dokter. Jangan lupa, kurangi makanan yang bisa mengganggu kinerja lambung -makanan yang terlalu asam atau terlalu pedas. Dan mulai sekarang, makanlah dengan teratur.

2. BATU EMPEDU
Gejala: Mereka yang memiliki batu pada kandung empedu biasanya merasakan nyeri ulu hati yang hilang timbul. Kadang kala, rasa nyeri itu seolah menjalar ke bagian belakang tubuh.
Penyebab: Makanan berlemak atau bisa juga dikaitkan dengan kadar kolesterol yang terlalu tinggi. Batu empedu adalah endapan kolesterol, bilirubin, atau garam kalsium lainnya yang terbentuk di kantung empedu atau di dekat saluran empedu.
Solusi: Jika pada pemeriksaan dokter -yaitu dengan USG abdomen- sudah dipastikan adanya batu pada kandung empedu, maka sebaiknya Anda harus dioperasi. Apalagi jika batu itu batu kalsium atau batu non kalsium yang terlanjur membesar dan mengeras. Bagaimana lagi?

3. USUS BUNTU
Gejala: Nyeri pada perut bagian kanan bawah. Biasanya disertai mual dan muntah, serta nyeri terus-menerus. Kadang kala, rasa nyerinya akan bertambah hingga tiga kali lipat ketika Anda harus berjalan. Badan Anda akan terasa tidak enak dan meriang. Akibat rasa sakit yang hebat, kadang kala Anda tak sadar untuk memegangi terus bagian perut bagian kanan bawah sambil… mengaduh.
Penyebab: Kuman atau bakteri yang masuk. Jadi jika Anda menyangka penyebabnya adalah akibat terlalu banyak makan cabai atau biji-bijian, Anda termakan mitos.
Solusi: Jika Anda mengalami gejala sakit pada perut di bagian kanan bawah, segeralah ke dokter. Pastikan apakah gejala ini merupakan infeksi usus buntu (apendisitis akut). Jika ya, barangkali Anda harus menginap di rumah sakit untuk operasi. Operasi merupakan cara terbaik karena jika masalah ini didiamkan saja, maka ada kemungkinan usus tersebut pecah, infeksi menyebar ke seluruh perut, yang akibatnya sangat fatal.

4. KOLERA
Gejala: Perut Anda seperti ditekan, merasa nyeri terutama di perut bagian bawah, lalu diikuti kejang otot perut. Perasaan mual dan muntah-muntah biasanya datang setelah mencret. Kolera sering juga disebut dengan penyakit muntaber karena gejala utamanya adalah muntah dan BAB.
Penyebab: Kuman Vibrio cholerae yang punya nama alias lain iBacillus coma. Kuman ini disebarkan melalui makanan dan minuman yang tercemar.
Solusi: antibiotics online Ganti cairan tubuh yang hilang dengan garam oralit. Bila kehilangan cairan tubuh cukup banyak dan penderita sudah tidak dapat menerima cairan dari mulut, maka cairan pengganti diberikan melalui infus.

5. BATU GINJAL

Gejala: Nyeri pada perut kiri atau kanan bawah yang menjalar menuju penis. Jika batu ginjal ini menyerang, boleh jadi Anda akan mengalami rasa nyeri yang luar biasa hebat akibat saluran kemih (yang mirip selang) akan meregang kuat akibat menahan air seni yang tak bisa keluar.
Penyebab: Batu di saluran kencing (batu ureter). Nyeri yang dirasakan hilang timbul dan intensitas rasa sakitnya akan makin bertambah hebat ketika Anda kebelet kencing.
Solusi: Sebenarnya penghilang rasa sakit yang dijual bebas dapat diminum untuk mengurangi rasa nyerinya. Tapi tentu saja itu tergantung intensitas rasa sakitnya, jika terlalu hebat… pasrah sajalah. Pergi ke dokter merupakan langkah cerdas untuk mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang biasanya diberikan melalui suntikan. Atau jika batunya terlalu besar dan keras, maka prosedur operasi akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Ini adalah pelajaran agar Anda rajin minum -terutama jika Anda bekerja di ruangan ber-AC.

6. SEMBELIT
Gejala: Nyeri pada perut yang hilang timbul, lokasinya berada di sekitar pusar. Nyeri ini muncul berkaitan dengan makanan yang Anda konsumsi atau akibat susah buang air besar.
Penyebab: Akibat terlalu banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kurang makan sayur-sayuran. Pada kasus yang berat, sembelit bisa disebabkan karena adanya halangan mekanis pada usus seperti radang pada dinding usus, kanker, atau usus yang menonjol keluar.
Solusi: Konsumsilah obat pencahar. Sesuaikan dengan penyebab sembelitnya, jika penyebabnya kotoran Anda terlalu keras beli obat pencahar yang melunakkan tinja, atau pilihlah obat pencahar yang membuat saluran pencernaan terasa penuh sehingga menimbulkan rangsangan untuk BAB, atau pilihlah pencahar yang bisa menyerap cairan.

7. DISENTRI
Gejala: Rasa mulasnya barangkali hampir sama ketika isteri Anda hendak melahirkan. Yang bikin kesal Anda harus bolak-balik ke WC untuk BAB. Sehari mungkin Anda bisa 20 hingga 30 kali BAB, dan kotoran Anda akan mencret serta berlendir. Terkadang, kotoran itu disertai darah.
Penyebab: Konsumsi makanan kotor yang telah terinfeksi kuman shigela dissentri atau amuba usus.
Solusi: Untuk mengobatinya, terlebih dahulu Anda harus mengganti cairan yang telah keluar dengan garam oralit. Pemberian antibiotika sangat penting untuk membunuh kuman. Tapi tetap saja upaya pencegahan lebih penting ketimbang pengobatan. Caranya adalah dengan menjaga kebersihan, membasmi lalat di rumah, serta menjaga makanan dan minuman dari kotoran.

Jenis sakit kepala dan Cara Mengatasinya

Hampir setiap orang pernah mengalami sakit kepala baik yang ringan sampai nyeri yang luar biasa. Ada berbagai jenis sakit kepala, dan tentu saja cara menghadapinya pun berbeda.

Jangan sampai Anda salah mengenali jenisnya, dan melakukan pengobatan yang tak tepat. Bukannya sembuh, bisa jadi justru bertambah parah. Berikut adalah jenis sakit kepala dan cara mengatasinya yang dilansir dari Health.

1. Sakit Kepala Tegang (Tension)
Sakit kepala jenis ini paling umum dialami oleh setiap orang. Sakit kepala ini umumnya dakibatkan oleh ketegangan otot dibagian kepala, bahu dan belakang leher.

Gejala: Sakit kepala tegang diawali dengan rasa sakit yang akut pada titik pemicu, nyeri dan sakit pada otot di area leher dan pundak.

Penyebab: Ketegangan otot ini bisa disebabkan oleh posisi tubuh yang kurang nyaman, stres dan juga kelelahan.

Pengobatan: Anda bisa mengkonsumsi obat penghilang nyeri yang dijual bebas dipasaran, tentunya dengan dosis yang dianjurkan. Misalnya Aspirin, Ibuprofen, dan Naproxen. Atau mulailah untuk melakukan meditasi, gerakan yoga ringan, dan banyak istirahat.

2. Sakit Kepala Migren
Sakit kepala migren sering digambarkan sebagai salah satu jenis sakit kepala yang hebat, berdenyut dan menyerang kepala pada satu sisi. Migren adalah kondisi neurologis yang disebabkan oleh gangguan pembuluh darah karena adanya perubahan serotonin.

Gejala: Sakit kepala migren ini dimulai dengan nyeri yang hebat atau kepala terasa berdenyut, menjadi terganggu terhadap cahaya, suara dan bau, bahkan sampai mual atau muntah.

Penyebab: Sakit kepala ini bisa disebabkan karena stres, perubahan hormon, dan bahkan beberapa jenis makanan juga dapat memicu terjadinya migren. Salah satunya, daging karena dapat menyebabkan pembuluh darah membengkak, dan memprovokasi sakit kepala.

Pengobatan: Untuk menguranginya, Anda dapat mengkonsumsi obat-obat yang dijual dipasaran seperti aspirin, acetaminophen, acetaminophen. Atau mintalah obat-obatan dengan resep dokter jika migren sudah terasa sangat parah.

3. Sakit Kepala Sinus
Sakit kepala sinus kadang sering tertukar dengan sakit kepala migren. Sakit kepala sinus paling sering dirasakan sebagai nyeri yang mendalam di tulang pipi, dahi, atau hidung. Sakit kepala sinus tidak berkaitan dengan perasaan mual, atau gangguan terhadap cahaya dan gejala lainnya yang biasa terjadi pada migrain.

Gejala: Nyeri sekitar hidung dan mata, hidung berair, sering disertai dengan demam.

Penyebab: Sakit kepala sinus disertai dengan sinusitis (peradangan pada selaput lendir), kondisi dimana lapisan membran selaput lendir menjadi bengkak dan meradang.

Pengobatan: Obat penghilang rasa sakit dan obat-obatan sinus.

4. Sakit Kepala Cluster
Sakit kepala jenis ini menyebabkan nyeri yang luar biasa dan biasanya terjadi pada pria.

Gejala:Sakit yang luar biasa, biasanya di sekitar mata, tapi dapat merambat pada area lain di wajah, kepala, leher dan pundak, Keluar air mata secara berlebihan, lendir atau basah pada lubang hidung, ukuran pupil yang mengecil dan kelopak mata yang layu.

Penyebab: Sakit kepala cluster umumnya disebabkan karena konsumsi alkohol, atau juga sering terjadi pada perokok.

Pengobatan: Suntikan smatriptan, naratriptan, frovatriptan dan lainnya yang berfungsi meningkatkan efek seratonin dan bisa segera mengurangi nyeri namun tidak mencegah rasa sakit berikutnya.

Senin, 05 September 2011

FARMAKOGNOSI


BAB V
PEMBAHASAN
Farmakognosi merupakan cara pengenalan ciri-ciri atau karakteristik obat yang berasal dari bahan alam. Farmakognosi mencakup seni dan pengetahuan pengobatan dari alam yang meliputi tanaman, hewan, mikroorganisme, dan mineral. Perkembangan farmakognosi saat ini sudah melibatkan hasil penyarian atau ekstrak yang tentu akan sulit dilakukan indentifikasi zat aktif jika hanya mengandalkan mata. Dengan demikian, cara identifikasi juga semakin berkembang dengan menggunakan alat-alat cara kimia dan fisika.
Adapun beberapa parameter yang dilakukan sebagai standar mutu tanaman, meliputi pemeriksaan organoleptis, pengamatan terhadap morfologi dan anatomi, serta identifikasi kandungan kimia.
Berdasarkan hal tersebut, untuk Pengamatan morfologi dilakukan dengan mengamati bentuk fisik dari simplisia yakni ukuran, warna dan bentuk simplisia dan merupakan salah satu cara dalam memperkenalkan tanaman karena mengingat tanaman yang sama belum tentu mempunyai bentuk morfologi yang sama pula.
Pengamatan anatomi dilakukan untuk mengamati bentuk sel dan jaringan yang diuji berupa sayatan melintang, membujur, dan serbuk dari simplisia. Dari pemeriksaan diperoleh pada anatomi daunnya terdiri dari epidermis, hypodermis, sklerenkim, trikoma, xilem, floem. Pada batang terdiri dari epidermis, hypodermis, sklerenkim, xylem, floem, berkas pengangkut tipe kolateral. Pada akar terdapat epidermis, eksodermis, parenkim korteks, floem, dan xilem.
    Identifikasi kandungan kimia Simplisia yang diuji berupa simplisia tunggal baik dalam bentuk rajangan, serbuk, ekstrak, yang ditambahkan dengan pereaksi tertentu, dan reaksi warna dilakukan untuk pemastian identifikasi
Identifikasi simplisia yang akan dilakukan secara :
• Organoleptik meliputi pengujian morfologi, yaitu berdasarkan warna, bau, dan rasa, dari simplisia tersebut.
• Makroskopik merupakan pengujian yang dilakukan dengan mata telanjang atau dengan bantuan kaca pembesar terhadap berbagai organ tanaman yang digunakan untuk simplisia.
• Mikroskopik, pada umumnya meliputi pemeriksaan irisan bahan atau serbuk dan pemeriksaan anatomi jaringan itu sendiri.
Pada praktikum farmakognosi ini dilakukan pemeriksaan simplisia secara mikroskopik, organoleptis dan makroskopik pada 34 sampel dari serbuk simplisia yang mengandung karbohidrat, glikosida, minyak atsiri (minyak menguap), tanin, alkaloid, resin atau damar, lipid dan vitamin. Pemeriksaan serbuk simplisia ini dilakukan secara organoleptis, secara mikroskopik dan secara makroskopik.
Pemeriksaan secara organoleptis, dilakukan dengan mengamati warna, bau, dan rasa. Pemeriksaan secara mikroskopik dilakukan dengan melihat anatomi jaringan dari serbuk simplisia yang ditetesi larutan kloralhidrat kemudian dipanaskan di atas lampu spiritus (jangan sampai mendidih). Kemudian pengamatan dilakukan di bawah mikroskop dengan perbesaran lemah ( 4x10 ) dan perbesaran kuat. Sedangkan khusus untuk uji amilum hanya ditetesi dengan aquadest. Hal ini disebabkan karena penetesan kloralhidrat pada amilum dapat menghilangkan butir-butir amilum. Kloralhidrat juga dapat digunakan untuk menghilangkan kandungan sel seperti protein. Sedangkan pemeriksaan secara makroskopik dilakukan dengan melihat simplisia dan serbuk simplisia secara langsung dengan mata telanjang, memperhatikan bentuk dari simplisia.
Dari hasil pengamatan berikut ini merupakan penjabaran secara organoleptis, makroskopis, dan mikroskopis dari simplisia yang praktikan amati :
1.      Sampel yang mengandung karbohidrat
a.       Amilum Manihot ( pati singkong )
-          Organolepis  : Warna putih , tidak berbau, tidak berasa.
-          Makroskopik : Habur putih.
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati sebagian besar tunggal, ada yang bergerombol dua atau tiga, hilus terlihat berupa titik atau garis bercabang
b.      Amilum Maydis ( pati jagung )
-           Organolepis : Warna putih , tak berbau, tek berasa.
-          Makroskopik : Habur putih.
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati ada yang bergerombol/majemuk, ada yang tunggal, hilus terlihat berbentuk titik dan bercabang
c.       Amilum Oryzae ( Pati beras )
-          Organolepis : Warna putih, tidak berbau, tidak berasa
-          Makroskopik : Hablur putih
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati majemuk dan hilus berupa titik
d.      Amilum Solanni ( pati Kentang )
-          Organolepis : Warna putih, tidak berbau, tidak berasa
-          Makroskopik : Hablur putih
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati tunggal dan majemuk dua atau lebih , berbentuk bulat telur dan hilus berupa titik pada ujung
e.       Amilum Sagu ( Pati sagu )
-          Organolepis : Warna putih, tidak berbau, tidak berasa
-          Makroskopik : Hablur putih
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu butir pati tunggal

2.      Sampel yang mengandung glikosida
a.       Daun Asam
b.      Biji Jinten Hitam
-          Organolepis :
-          Makroskopik :
-          Mikroskopik :
c.       Herba Pegagan
 
3.      Sampel yang mengandung minyak atsiri
a.       Rimpang temulawak
-       Organolepis : kuning muda-kecoklatan, bau sedikit menyengat, rasa pahit.
-          Makroskopik : Kuning pucat pada bagian dalam, coklat muda pada bagian luar, bentuknya bulat dan agak
-          Mikroskopik : serabut sklerenkim, rabut penutup,berkas pembuluh dan butir pati.
b.      Rimpang Kencur
-          Organolepis : Warna coklat kemerahan, bau khas aromatik, rasa hambar
-          Makroskopik : Rimpang bulat sembarang, kulit coklat dan bagian dalam berwarna putih pucat.
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu pembuluh kayu dengan penebalan spiral, butir pati, parenkim dan sel minyak
c.       Rimpang Lengkuas
-          Organolepis : Warna kecoklatan, tidak berbau, rasanya hambar
-          Makroskopik : Warnanya coklat muda , berbentuk agak lonjong
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan ini mempunyai ciri yaitu memiliki jaringan berkas pembuluh. Anatomi jaringan yang dapat diamati praktikan meliputi parenkim dengan butir pati, jaringan berkas pembuluh, dan butir pati
d.      Ketumbar
-          Organolepis  : Warna kecoklatan, tidak berbau, rasanya hambar
-          Makroskopik : Warnanya coklat muda , berbentuk agak lonjong
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan ini mempunyai ciri yaitu memiliki jaringan berkas pembuluh. Anatomi jaringan yang dapat diamati praktikan meliputi parenkim dengan butir pati, jaringan berkas pembuluh, dan butir pati
e.       Kayu Cendana
-          Organolepis : Warna coklat keoranyean, bau aromatik, rasa tidak berasa
-          Makroskopik : Batang berkayu kecoklatan
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu serabut, hablur kalsium oksalat, seludang hablur kalsium oksalat.

4.      Sampel yang mengandung Damar/Resin
a.       Biji kedawung
b.      Daun Pacar Cina
c.       Rimpang Alang-alang
d.      Rimpang Jahe
-          Organolepis : Warna coklat muda dengan bau aromatik dan rasa pedas.
-          Makroskopik : Warna kuning pucat pada bagian dalam dan berserat, coklat pucat pada bagian luar,
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan ini mempunyai ciri serabut, pembuluh kayu dan berkas pembuluh. Anatomi yang dapat diamati yaitu butir pati, serabut, parenkim dengan sel ekskresi, berkas pembuluh.

f.       Herba sambiloto
-          Organolepis : Warna coklat kehijauan, bau agak menyengat, rasa sangat pahit.
-          Makroskopik : Daun kecil berwarna hijau tua berserat.
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu sistolit, fragmen epidermis, fragmen epidermis bawah, fragmen kulit buah.
e.       Bunga cengkeh
-          Organolepis : Warna coklat muda, bau khas aromatik, rasa tidak berasa.
-          Makroskopik : Bunga berbentuk silinder dengan ujung tajam, dan ujung yang lain, terdapat kelopak, berwarna coklat tua.
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu serabut sklerenkim, calsium oksalat, sel batu dan sklereida

5.      Sampel yang mengandung alkaloid
a.       Kulit batang delima
     
b.      Buah lada putih
-          Organolepis : Warna putih, bau khas, rasa pedas.
-          Makroskopik : Bulat kecil berwarna putih
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu kelompok sel batu, fragmen perisperm, butir pati.
c.       Buah lada hitam
-          Organolepis : Warna hitam, bau khas, dan rasanya pedas
-          Makroskopik : Bulat kecil berwarna hitam
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu jafragmen perisperm, fragmen mesokarp, butir pati.
d.      Cabe Jawa
e.       Daun Pepaya
-          Organolepis : Daun berwarna hijau tua dengan tulang daun menjari.
-          Makroskopik : Warna hijau tua, bau aromatik, rasa agak pahit.
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu epidermis atas, hablur kalsium oksalat, fragmen mesofil.

6.      Sampel yang mengandung Tanin
a.       Rimpang kunyit
b.      Rimpang Dringo
c.       Daun Salam
d.      Daun Teh
e.       Daun Kumis Kucing

7.      Sampel yang mengandung lipid
a.       Biji pala
-          Organolepis : Warna coklat muda, bau khas aromatik, rasa tidak berasa
-          Makroskopik : Biji bulat lonjong, berwarna coklat muda bergelombang
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu peristem sekunder, butir pati, endosperm, berkas pembuluh
b.      Buah adas
c.       Jinten Putih
8.      Sampel yang mengandung vitamin
a.       Biji kacang hijau
b.      Buah cabe
c.       Daun Seledri
-          Organolepis : Warna coklat kehijauan , bau aromatik, dan rasa asin sedikit pedas, lama – lama timbul rasa tebal di lidah.
-          Makroskopik : Daun coklat kehijauan, berbentuk seperti kipas dan tepi daun bergerigi.
-          Mikroskopik : Anatomi jaringan yang teramati yaitu stomata, kristal kalsium oksalat, fragmen xilem dengan floem dan dengan penebalan cincin.
d.      Daun Ubi jalar
e.       Daun Bayam Merah

Tentunya banyak simplisia yang memiliki perbedaan yang jelas jika dibandingkan dengan simplisia yang lain. Hal ini disebabkan simplisia tersebut memiliki ciri khas yang diakibatkan oleh adanya perbedaan anatomi dan morfologi. Namun ciri khas tersebut dapat pula tidak nampak karena kesalahan dalam melakukan pemeriksaan dan penyimpnan simplisia yang relatif lama.
Pada pemeriksaan simplisia dan serbuk simplisia hanya beberapa simplisia berhasil dikerjakan dengan baik, Perbedaan literatur dan hasil pengamatan disebabkan oleh beberapa faktor di antaranya  yaitu :
1.      Simplisia satu dengan yang lainnya memiliki bentuk, warna, dan bau yang hampir mirip pada sebagian besar simplisia.
2.      Pada saat pemanasan, terkadang kloralhidrat pada objek gelas mendidih, sehingga pada saat diamati dibawah mikroskop, objek menjadi tidak jelas.
3.      Ketidaktelitian praktikan dalam menggunakan alat sehingga antara pengamatan simplisia satu dengan yang lainnya dapat tercampur dan dapat mempengaruhi pemeriksaan.
4.      Cara Pembuatan simplisia
5.       Penyiapan preparat simplisia, keterbatasan waktu yang disediakan, atau dapat juga dikarenakan bahan simplisia yang terlalu lama

BAB VI
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Praktikum farmakognosi dilakukan pemeriksaan secara organoleptis, makroskopik dan mikroskopik terhadap simplisia dari tanaman tertentu
2.      Pemeriksaan secara organoleptik meliputi pengujian morfologi, yaitu berdasarkan warna, bau dan rasa.
3.      Pemeriksaan secara makroskopik pengujian dilakukan dengan mata telanjang atau dapat juga dengan bantuan kaca pembesar terhadap berbagai organ tanaman yang digunakan sebagai simplisia.
4.      Pemeriksaan secara mikroskopik dilakukan dengan melihat anatomi jaringan dari serbuk simplisia di bawah mikroskop

B.     Saran
1. Laboratorium
Sebaiknya Alat untuk praktikum diperbanyak seperti mikroskop dan objek glass serta deg glass
2. Praktikum
a.       lebih tepat waktu
b.      Sebaiknya pembagian kelompok mempunyai anggota yang kurang lebih 5 orang, agar mempermudah jalannya praktikum


DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 1975. Materia Medika Indonesia, Jilid I, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Anonim, 1977. Materia Medika Indonesia, Jilid II, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Anonim, 1979. Materia Medika Indonesia, Jilid III, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Anonim, 1979. Materia Medika Indonesia, Jilid IV, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Anonim, 1979. Materia Medika Indonesia, Jilid V, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Anonim, 1979. Materia Medika Indonesia, Jilid VI, Departemen Kesehatan RI, Jakarta

Anonim, 2008, Buku Ajar Mata Kuliah Farmakognosi, Jurusan Farmasi Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar

Tim Penyusun, 2010, Penuntun Praktikum Farmakognosi, Laboratorium Farmakognosi - Fitokimia Jurusan Farmasi Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar
 
SKEMA KERJA
Sampel

Ditetesi Kloralhidrat
( Untuk amilum Ditetesi dengan Aquadest )

Difiksasi

Diamati di mikroskop